Slider Widget

Ads Here

Friday, July 17, 2020

[Flashback Friday] Ga-Rei: Zero oleh - aboutjepang.xyz

Halo sahabat selamat datang di website aboutjepang.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar [Flashback Friday] Ga-Rei: Zero oleh - aboutjepang.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Selamat datang kembali di rubrik Flashback Friday! Sesuai dengan judul utama, kita akan membahas serial “Ga-Rei: Zero“. Serial anime yang cukup populer di akhir dekade 2000-an dan manga sekuelnya juga berjalan di dekade yang sama. Langsung saja kita membahas serial satu ini!

“Ga-rei: Zero” merupakan adaptasi anime yang berperan sebagai sebagai prekuel dari manga karya Hajime Segawa, “Ga-Rei“. Manga ini diluncurkan Segawa pada 26 Oktober 2005 di majalah Monthly Shounen Ace. Serialisasinya kemudian tamat pada 26 Januari 2010. Kadokawa Shoten menerbitkan volume pertamanya pada 26 Mei 2006. Volume terakhir atau ke-12nya diterbitkan pada 26 Juli 2010.

Adaptasi anime “Ga-rei: Zero” ditayangkan pada musim semi tahun 2008 dengan jumlah 12 episode. Studio AIC Spirits dan Asread berperan sebagai penggarap animasinya. Ei Aoki (Re:Creators) berperan sebagai sutradara dan Katsuhiko Takayama (Boku no Pico) menjadi penyusun skrip serialnya.

Sinopsis

Di Jepang, terdapat lembaga pemerintah yang dikenal dengan Divisi Penanganan Bencana Supranatural (SDCD), yang bertugas untuk melindungi warga dari makhluk yang tak terlihat. Mereka dapat membasmi monster-monster tersebut secara cepat dan tanpa perlu memperingatkan pemegang kewenangan publik. Namun saat ini, mereka berhadapan dengan tantangan berbeda: Pengkhianatan dari rekannya sendiri.

Setelah kematian dari ibunya beberapa tahun silam, Kagura Tsuchimiya diasuh oleh keluarga Isayama dan membangun ikatan saudara dengan anak keluarga tersebut, Yomi. Keduanya tak bisa dipisahkan, dan bersama mereka bekerja untuk SDCD sebagai pengusir setan berkekuatan tinggi. Akan tetapi, stres dan konsekuensi dari tugas suci mereka makin membebani keduanya, dan politik keluarga turut serta dalam masalah ini, Kagura dan Yomi mulai perlahan berpisah. Satu diantaranya tumbuh sesuai perannya sebagai pengusir setan, dan satunya lagi jatuh ke jalan kegelapan yang darinya mungkin tak ada lagi pembalasan….

Baca juga: [Flashback Friday] Sekirei

Karakter

Yomi Isayama (CV: Kaoru Mizuhara)

Perempuan yang merupakan anak angkat dari keluarga Isayama. Yomi sudah kehilangan orang tua kandungnya sejak kecil karena dibunuh oleh hantu, dan kemudian diasuh oleh Isayama Naraku. Dari sang bapak angkat, ia diwarisi sebuah pedang Shishio yang memiliki jelmaan binatang spiritual bernama Ranguren. Awalnya ia adalah anggota dari SDCD, namun kemudian ia membelot karena stres berkepanjangan akibat dari berbagai ketidakberuntungan yang dialaminya. IIa menjadi orang kedua yang terjerumus dalam sesshouseki, batu kematian yang dapat memberikan kekuatan namun juga memakan dirinya secara perlahan.

Karena saya anggap spoiler, ada bagian berwarna putih di paragraf di atas yang bisa kalian highlight. Peringatan bagi kalian yang belum menonton anime-nya.

Kagura Tsuchimiya (CV: Minori Chihara)

Gadis berusia 12 tahun yang merupakan satu-satunya anak dari pemegang Byakuei, Garaku Tsuchimiya. Setelah ibunya meninggal, ia tinggal sementara dengan Yomi di kediaman Isayama. Kagura awalnya gadis yang kaku dan tertutup, namun berkat Yomi ia dapat lebih terbuka dengan orang lain. Senjata yang ia gunakan dalam menjalankan misi bersama SDCD adalah pedang Michael 12 (kemudian berganti ke Michael 13).

Noriyuki Izuna (CV: Shinya Takahashi)

Tunangan yang kemudian menjadi mantan dari Yomi. Izuna juga merupakan bagian dari SDCD dan kemampuan yang ia miliki adalah Kudagitsune, kekuatan roh serigala. Lelaki pengecut menurut Yomi ini juga dikenal dengan kemesuman dan peran playboy-nya. Meskipun sudah tak lagi berhubungan dengan Yomi, ia masih mencintainya hingga akhir serial.

Mei Isayama (CV: Ryouko Tanaka)

Sepupu tertua dari Yomi yang juga seorang pengusir setan. Tak seperti yang lainnya, Mei bergerak secara lepas dan tidak dalam naungan agensi apapun. Setelah Yomi ditetapkan sebagai suksesor kepala keluarga Isayama, Mei merasa iri terhadap sosok Yomi walau ia tak menunjukannya secara verbal. Mei menjadi karakter pertama yang terkena manipulasi Mitogawa dengan menggunakan kekuatan sesshouseki atau batu pembunuh dalam mitologi Jepang.

Kazuhiro Mitogawa (CV: Megumi Matsumoto)

Bocah berambut silver yang menjadi penyebab rangkaian peristiwa supranatural Tokyo dalam serial Ga-Rei. Mitogawa adalah salah satu pion dari Tamamo, suksesor dari monster Kyuubi. Mitogawa memiliki kemampuan manipulasi dan pengendalian roh di dalam tubuh manusia. Ia juga yang sering menanam sesshouseki ke manusia yang ia anggap pantas menggunakannya, seperti Mei dan Yomi.

Masih ada banyak karakter yang hadir dalam adaptasi anime “Ga-Rei: Zero” dan tentunya tak semuanya bisa saya jelaskan secara lebih seperti karakter-karakter di atas. Apalagi setiap perannya memiliki andil dalam cerita dalam anime ini, walau hanya sebagai karakter pendukung.

Baca juga: [Flashback Friday] Maoyuu Maou Yuusha

Impresi

“Ga-Rei: Zero” menjadi salah satu adaptasi yang memaksa orang untuk menonton episode pertama tanpa memikirkan apakah ini berhubungan dengan manga “Ga-Rei“. Mengapa? Karena stafnya sendiri mengumumkan sebelum episode pertamanya tayang bahwa adaptasi ini menggunakan cerita orisinal namun memiliki setting yang sama dengan manga Ga-Rei. Ternyata oh ternyata, di episode kedua anime-nya diungkap bahwa adaptasi ini merupakan prekuel dari manga tersebut.

Hal yang paling saya kagumi dari adaptasi prekuel ini adalah impresi yang dilontarkan oleh para penontonnya. Mengutip dari salah satu pengguna Futaba Channel atau yang biasa disebut 2chan, “Pornografi terbaik yang pernah diproduksi oleh AIC Spirits dan Asread adalah Ga-Rei: Zero. Serial ini membuatmu merasa menjadi orang yang paling buruk terhadap Yomi, dan perasaan itu makin adiktif di setiap episodenya”. Seperti yang disebut, saya juga ikut merasa bersalah karena menonton ini hingga habis, demi melihat pembalasan kebencian dari diri Yomi sendiri.

Untuk ukuran anime tahun 2008, kualitas animasinya dapat saya katakan top notch. Skenario dari adaptasi ini juga dapat saya bandingkan dengan serial “Ef â€" Tale Memories“, yang keduanya juga disusun oleh Katsuhiko Takayama. Takayama yang juga menjadi bagian dari Writers Guild of Japan, memang sudah meninggalkan banyak penyusunan serial anime yang rapi, fleksibel, dan cukup sering memancing komentar keras penggemar, apalagi saat menangani proyek “Aldnoah Zero“. Dalam proyek “Ga-rei: Zero“, bersama sang sutradara Ei Aoki, keduanya saya pikir melakukan hal yang terbaik. Mungkin yang paling mengagetkan adalah dua episode pertamanya yang penuh darah dan daging manusia.

Kembali ke hal penting bernama prekuel. Jika kalian bingung cerita ini berakhir seperti itu saja, dan muncul pertanyaan:

  • Apakah Yomi benar-benar hilang?
  • Siapakah karakter terbaru yang muncul di akhir episode?
  • Apakah Mitogawa dibiarkan lepas begitu saja?
  • Apa kabar juga dengan SDCD? Masih bergerakkah mereka di bawah Kementerian Lingkungan Hidup?
  • Bagaimana nasib keluarga Isayama?

Silahkan baca manga “Ga-Rei” yang sudah tamat sejak tahun 2010. Saya menyarankan kalian menonton anime ini dulu sebelum membacanya ya! Saya tak memaksa tentunya.

Baca juga: [Flashback Friday] Dantalian no Shoka

Untuk edisi berikutnya, saya tidak akan membongkar judulnya disini. Namun kalian bisa menebak-nebak petunjuk yang saya berikan. Petunjuk yang saya berikan diantaranya:

  • feel.
  • Hiroko Taguchi
  • Sphere
  • Borderline

Semoga kalian menebak petunjuk ini dengan tepat, dan tentunya nantikan rubrik ini di setiap hari Jum’at!

Itulah tadi informasi mengenai [Flashback Friday] Ga-Rei: Zero oleh - aboutjepang.xyz dan sekianlah artikel dari kami aboutjepang.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

No comments:

Post a Comment